Mengapa Pesantren Baitul Qur’an menggunakan istilah yang disebut dengan
The Holistic Tahfidz Centre
Karena PonPes Baitul Quran memiliki program
menyeluruh dalam bidang al-Qur’an dan bidang keilmuwan al-Qur’an juga dalam disiplin
ilmu lain yang berkaitan dengan al-Quran maupun ilmu-ilmu yang mendukung bagi
kepentingan individu santri dalam beribadah ( Fiqh), dalam bersosialisasi (
kepribadian dan ahlak), dalam keimanan (tauhid), dalam bidang tasawwuf. Bahkan
seluruh santri wajib mengikuti program sekolah Formal dan berbahasa Inggris,
Arab dalam komunikasi sehari hari.
Bagaimana Mengaplikasikannya ???
Point Utama PPBQ dalam membimbing bacaan al-
Quran baik binadhor maupun Tahfidz ( menghafal al Qur'an ) dengan BERSTANDART
PADA BACAAN IMAM 'ASIM RIWAYAT HAFS DARI JALUR PERIWAYATAN SYATIBIYAH.
Hal ini dikarenakan PPBQ merasa perlu memperkenalkan
cara bacan dari imam quro’ dan sejarah al-Quran. Mengingat ternyata, banyak
para penghafal al-Quran yang tidak mengerti bacaan Imam siapa yang diikutinya
selama ini, siapa perowinya dan dari jalur periwatan siapa. Semua ini sangat
penting karena dengan wawasan tersebut akan membuat pemahaman tentang pentingnya
hati2 dalam membaca al-Quran dikarenakan setiap imam memiliki standarisasi
bacaan yang berbeda sebagaimana yang diajarkan rasulullah saw.
Sedangkan untuk peningkatan kwalitas bacaan
al- Qur’an, santri di diajarkan TAHSINUL QUR’AN EMPIRIS PRAKTIS (TQ-Ep). Kajian
ini mengupas disiplin ilmu tajwid secara
detail dengan pembuktian dan praktek sehingga pengetahuan setiap hak huruf
alquran dan hukum bacaannya difahami secara keilmuwan yang dapat dipertanggung
jawabkan.
Adapun untuk meningkatkan pemahaman ai-Qur’an
maka kemampuan menterjemahkan AL QUR'AN BIL LAFDZI WA BIL KALIMAH menjadi suatu
keharusan dalam proses pembelajaran alquran di PPBQ bagi setiap santri secara
personal.
Begitu juga kemampuan MENULIS
AL-QURAN DENGAN STANDAR TULISAN RASM
USTMANI juga
menjadi kewajiban bagi santri yang disetorkan tulisannya bersamaan dengan
ziyadah ( penambahan Hafalan).
Adapun tekhnisnya ialah tulisan al-Quran tersebut harus ditulis setelah maqro' dihafal.
Tujuannya santri mampu menuangkan hafalannya dalam bentuk
tulisan tanpa melihat al-Qur’an. Karena
pada hakekatnya menghafal adalah membaca tanpa melihat. Sehingga alam
fikirannya bisa menuangkan tulisan al-Quran dengan standrt Ram Ustmani.
Hal ini sangat penting karena para penghafal
al-Quran memiliki peran sebagai penjaga keotentikan al-Quran dari segi lafadz
dan tulisan. Pelajaran Rasm Utsmani menguraikan tentang sejarah kodifikasi
al-Quran.
Sedangkan para
santri putri yang sedang Haidh memiliki kewajiban menghafal kitab Hadist
"Arbain Nawawi". Juga diberi
kesempatan untuk belajar komputer dan aplikasinya ataupun belajar musik
bertujuan menghaluskan rasa.
Adapun untuk
skill dan dedikasi santri diajarkan
untuk belajar langsung mengisi mauidhoh dilingkungan sekitar yang dipersiapkan sebelumnya sebagai
upaya untuk belajar mengamalkan ilmunya. Juga sebagai upaya melatih mental
yang dipersiapkan saat pulang dan berkiprah ditengah
masyarakat.
Kolaborasi ini sangat penting mengingat bahwa
mereka adalah generasi yang akan dibutuhkan di masa yang akan datang yang
banyak tantangannya dimasanya.
Untuk Strata Pendidikan,
PPBQ mewajibkan para santri mengikuti pendidikan Formal SMP/MTS
dan SMA/MA dengan tekhnis yang telah diiatur oleh pihak pesantren.
Sistem Menghafal ???
Adapun
sistem Menghafal diperkenalkan adanya Bi Annadhor, Bil Ghoib ( menghafal).
Dimana setiap surah al-Quran meliputi : Ziyadah, Tajmi', Muroja'ah kemudian
Imtihan Surah al-Qur'an yang diujikan lalu yang terahir adalah Riyadhoh Qur'an.
Dengan
Kesungguhan dan Ihlas Menjadi Ahli Quran maka semua akan menjadi mudah dg RIDHO
ALLAH. Amin.

0 komentar:
Posting Komentar